Penyebab Nafsu Makan Meningkat Hebat

1520643981513-5.jpgPenyebab Nafsu Makan Meningkat Hebat

  • Keseimbangan Hormon Hormon tidak hanya memantau kehadiran lemak dalam tubuh, tetapi juga membantu dalam kelancaran fungsi proses fisik harian. Dengan kata lain, berat badan seseorang dipengaruhi oleh hormon di dalam tubuhnya. Hormon tertentu dapat menjadi penyebab lambatnya kinerja metabolisme sekaligus mampu menambah berat badan pada tubuh. Penelitian menunjukkan suatu diet yang dilakukan setidaknya dalam setahun, kombinasi dari perubahan hormon memberi sinyal kepada tubuh untuk memperlambat metabolisme sekaligus meningkatkan nafsu makan. Hilangnya lemak tubuh mengurangi kadar hormon yang diproduksi oleh sel lemak, yang biasa disebut leptin. Tubuh para pelaku diet melawan penurunan berat badan jika hormon kenaikan berat badan lebih unggul. Orang yang melakukan diet secara ekstrim akan mengalami nafsu makan yang lebih besar. Penelitian tersebut membandingkan tingkat hormon pada orang-orang dengan berat badan rata-rata dengan orang-orang gemuk (obesitas). Hasil menunjukkan bahwa 6 dari 9 hormon memiliki kemungkinan besar untuk meningkatkan rasa lapar pada tubuh. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan asma
  • Udara Dingin Udara dingin membuat tubuh membakar lebih banyak energi untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat, karena itulah Anda akan lebih cepat lapar. Seperti dilansir bettyconfidential, penelitian yang dilakukan oleh European Journal of Clinical Nutrition dari The University of Massachusetts Medical Schoolmelaporkan bahwa perubahan musim akan membawa pengaruh pada kebiasaan makan. Orang-orang akan cenderung lebih mudah lapar pada musim bersuhu dingin.
  • Paska Berenang  Sehabis aktifitas berenang membuat banyak orang menjadi lapar dan nafsu makan meningkat hebat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat dingin membuat reseptor dalam tubuh melakukan aktifitas untuk meningkatkan hormon tertentu khususnya leptin yang dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Fase Penyembuhan Penyakit Infeksi Nafsu makan akan meningkat dengan kuat saat memasuki fase penyembuhan sakit. Bisa karena sakit infeksi saluran napas, infeksi diare, infeksi tifus atau penyakit infeksi lainnya. Nafsu makan yang meningkat seringkali dijadikan dokter untuk menilai pasiennya sembuh dari penyakit infeksi.
  • Pengaruh Obat Obat antibiotik, alergi, peradangan sendi, jerawat atau batuk, mungkin bisa menjadi penyebab nafsu makan meningkat. Obat medis yang mengandung siproheptadin, steroid ringan seperti prednisone atau corticosteroid bisa memicu rasa lapar yang berlebihan. Untuk mengalihkan rasa lapar, kunyahlah permen karet, seruput secangkir kecil kopi hangat atau gosok gigi.
  • Kurang Tidur Kurang istirahat bisa membuat tubuh kehilangan energi dan membingungkan hormon nafsu makan. Saat tubuh kurang energi, tingkat hormon yang diproduksi sel lemak untuk mengontrol nafsu makan menurun, sedangkan tingkat hormon yang memicu nafsu makan meningkat. Oleh karena itu, tidur selama delapan jam setiap malam merupakan cara paling mudah namun penting untuk mencegah konsumsi makanan berlebihan.
  • Dehidrasi Gejala dehidrasi biasanya mirip dengan gejala saat tubuh lapar. Hal tersebut bisa membuat anggapan bahwa Anda memerlukan makanan untuk meningkatkan energi. Saat kehausan, mulut menjadi kering dan rasa lapar pun mendera. Cobalah untuk minum segelas air putih atau secangkir teh herbal. Tunggu selama 10 menit, jika rasa lapar hilang, berarti yang dibutuhkan hanya cairan.
  • Paska Aktifitas Olahraga Setelah latihan keras seperti spinning atau kardio, biasanya rasa lapar akan datang. Jangan karena baru selesai olahraga, lantas Anda bebas melahap apa saja. Menurut Marissa Lipper, konsultan nutrisi dan diet, rasa lapar yang datang sebenarnya sinyal kalau tubuh membutuhkan nutrisi yang lebih spesifik. Untuk mengembalikan energi yang hilang, makanan penganan sehat seperti dada ayam panggang dan nasi merah dalam porsi secukupnya.
  • Teman Makan di Dekat Anda Studi yang dilakukan Duke University dan Arizona State University, menemukan bahwa wanita cenderung mengikuti kebiasaan makan teman atau wanita lainnya. Ketika satu orang makan, maka orang-orang yang bersamanya pun ikut ingin makan. Maka saat teman makan, sementara Anda sudah menghabiskan makanan, segera beranjak dari tempat duduk dan berjalan-jalanlah sebentar. Tahanlah keinginan untuk ikut makan atau mencicipi makanan teman Anda.
  • Mencium atau Melihat Makanan Ketika seseorang melihat makanan, meskipun hanya dari sebuah gambar, iklan atau TV, hasrat makan bisa saja mucul. Hal ini juga bisa terjadi ketika kita mencium harum roti yang dipanggang atau menonton acara memasak. Untuk menghindarinya, segera ganti channel ketika ada iklan tentang produk makanan atau keluar dari ruangan saat acara demo masak berlangsung. Hasrat makan bisa segera hilang.
  • Stres Nafsu makan berlebihan dan makan yang tidak terkontrol dan berlebihan, salah satu faktor yang paling sering jadi penyebabnya adalah akibat stres. Hal ini karena dipercaya bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik. Emotional eating terjadi ketika seseorang menggunakan makanan untuk menenangkan emosinya, biasanya terjadi saat mengalami kelelahan di tempat kerja, berseteru dengan pasangan atau stres akibat tekanan keluarga. Stress ini juga dapat memicu hormon kecemasan yang mengakibatkan anda mencari penghiburan diri pada makanan manis, gurih bahkan pahit sekalipun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi  mekanisme molekuler untuk membantu menjelaskan mengapa beberapa orang makan lebih banyak makanan manis ketika mereka mengalami stres yang intens. Hormon glukokortikoid (hormon steroid yang memberikan pengaruh terhadap metabolisme nutrisi) diduga memengaruhi langsung pada sel-sel reseptor rasa ketika seseorang stres dan mempengaruhi bagaimana mereka menanggapi gula dan makanan tertentu lainnya. Glukokortikoid mempengaruhi tubuh dengan mengaktifkan reseptor khusus di dalam sel. Reseptor rasa yang ada dalam usus dan pankreas mungkin juga dipengaruhi oleh stres, karena jika anda sedang stress maka hal ini akan mempengaruh metabolisme gula dan nutrisi lain yang tentunya akan meningkatkan nafsu makan. Sejumlah studi menunjukkan saat seseorang stres, dia cenderung ingin makan makanan tinggi lemak, asin dan manis. Hormon cortisol dan insulin menjadi penyebab hasrat makan menggila ketika stres.

 

1520643950146-6.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s