Diagnosis Terkini Kanker Pankreas

Kanker pankreas merupakan salah satu kanker yang mematikan. Kanker ini sering disebut penyakit ‘diam’ karena gejalanya tak terlihat pada tahap awal sampai kanker itu telah menyebar. Kanker pankreas menyebar sangat cepat dan memiliki prognosis yang buruk jika dibandingkan dengan kanker lainnya. Gejala yang tidak muncul sampai kanker pankreas itu berkembang membuat operasi pengangkatan sulit dilakukan

National Cancer Institute, menunjukkan, 29.000 orang Amerika didiagnosis dengan kanker pankreas setiap tahunnya. American Cancer Society memperkirakan, tingkat kelangsungan hidup satu tahun menjadi 20%, sedangkan tingkat lima tahun adalah 4%.

Pankreas merupakan organ di dalam perut yang letaknya horizontal di belakang bagian bawah perut. Pankreas mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon yang mengatur metabolisme gula. Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di pankreas bermutasi pada DNA. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal mati. Sel-sel ini dapat mengumpul membentuk tumor. Kebanyakan kanker pankreas dimulai di sel-sel yang melapisi saluran pankreas. Kanker jenis ini disebut adenokarsinoma pankreas atau kanker pankreas eksokrin. Kanker dapat terbentuk dalam produksi hormon-sel pankreas. Kanker jenis ini disebut kanker sel islet atau kanker pankreas endokrin.

Meskipun penyebab kanker pankreas belum diketahui, merokok adalah faktor risiko utama, dengan perokok 2-3 kali, lebih mungkin untuk memiliki penyakit dibanding bukan perokok. Usia juga terkait dengan penyakit yang biasanya setelah usia 45. Diabetes juga berhubungan dengan kanker pankreas, dengan sekitar 10% -20% orang yang didiagnosis kanker memiliki diabetes. 

Risiko lainnya termasuk pankreatitis kronis dan sirosis hati. Dan riwayat keluarga kanker pankreas, diet lemak tinggi, obesitas, dan kurang olahraga juga bisa berperan. Kanker pankreas paling sering terjadi di Afrika-Amerika dan orang-orang di atas usia 60.

Kanker pankreas sama seperti jenis-jenis kanker umum lainnya di mana terjadi pertumbuhan tumor atau jaringan abnormal. Khusus untuk kanker pankreas, maka tentu tumbuhnya tumor adalah pada pankreas, sementara pankreas sendiri adalah kelenjar besar yang masih menjadi bagian dari sistem pencernaan kita. Panjang pankreas sendiri ada sekitar 15 cm dan berfungsi menghasilkan enzim pencernaan untuk penguraian makanan supaya tubuh dapat menyerapnya

Diagnosis

  • Pencitraan – Pada metode diagnosa ini, organ dalam tubuh kita akan diperiksa, melalui PET, ultrasound, CT dan MRI scan. Bila masih belum jelas juga menggunakan semua itu, biasanya EUS atau endoluminal ultrasonography harus ditempuh juga.
  • Biopsi Kanker – Cara pemeriksaan ini biasanya dokter lakukan dengan mengambil sampel jaringan yang diperkirakan sebagai tumor. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa lebih dulu untuk dapat memastikan.
  • Laparoskopi – Metode pemeriksaan ini berfokus pada bagian perut di mana nantinya dokter akan memasukkan mikroskop ukuran kecil atau laparoskop. Tujuan memasukkan benda ini adalah supaya organ-organ pada rongga panggul dan perut dapat terlihat.
  • ERCP atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography – Proses diagnosa ini dilakukan dokter untuk memasukkan sebuah alat bernama endoskop menuju lambung lewat mulut. Namun untuk pemeriksaan kanker pankreas, endoskop akan dimanfaatkan agar pewarna dapat dimasukkan ke saluran empedu serta pankreas. Tujuan utamanya adalah demi mendeteksi perkembangan tumor yang menghambat empedu dan penerapan metode ini biasanya adalah pada para penderita penyakit kuning.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s