Inilah Tanda Bahaya Cedera Kepala Pada Anak usia di bawah 2 tahun

1520643950146-6.jpg

Inilah Tanda Bahaya Cedera Kepala Pada Anak usia di bawah 2 tahun

Anak usia di bawah 2 tahun, relatif sulit diperiksa  dan memiliki risiko keretakan tulang lebih besar. Dokter menganjurkan untuk mempertimbangkan melakukan CT scan kepala untuk memastikan ada tidaknya hal yang berbahaya seperti misalnya perdarahan dalam kepala. Pemeriksaan rontgen foto kemampuannya terbatas untuk cedera kepala karena hanya bisa menfeteksi retak tulang kepala. Tetapi tidak bisa mendeteksi gangguan yang dalam otak

Gejala yang harus di waspadai

* Risiko cedera kepala dapat dianggap rendah bila jatuhnya tidak tinggi,  tidak ada gejala gangguan saraf setelahnya, dan dalam observasi dua jam setelahnya tidak ada kelainan.
* Risiko sedang bila kepala terbentur keras, mual dan muntah berulang (3-4 kali), terjadi gangguan kesadaran kurang dari 1 menit, anak jadi rewel atau lemas, adanya benjolan besar.
* Risiko cedera dianggap tinggi bila didapatkan
*** penurunan kesadaran
*** anak gelisah
*** ada gejala kelainan saraf
*** didapatkan tulang yang tampak masuk ke dalam
*** kejang, didapatkan garis retak atau patah tulang pada kepala
*** ubun-ubun membonjol, muntah lebih dari 5 kali atau lebih dari 6 jam, dan hilang kesadaran lebih dari 1 menit.

Kapan harus periksa CT SCAN

* Cedera kepala risiko rendah umumnya tidak perlu pemeriksaan CT scan, namun untuk risiko cedera sedang dan tinggi, dianjurkan untuk diperiksa dengan CT scan. Tentunya ini pun dengan evaluasi dari dokter terlebih dahulu.
* Bila didapatkan hematom/benjolan di kepala sangat dianjurkan untuk dilakukan CT Scan kepala tanpa kontras.

 Penanganan dan observasi

* obati luka dengan disinfektan saat ada luka
* Jangan diberi obarbsejenis trombofob bila ada lika terbuka
* Cedera kepala ringan tanpa gangguan kesadaran tidak perlu dirawat di rumah sakit.
* Anak perlu dipantau selama di rumah, dan tidak diberikan obat anti muntah karena dapat mengaburkan gejala.
* Pemantauan dilakukan 48 jam
* Gejala yang harus diamati :
*** anak tampak tidur terus atau tidak sadar
*** anak tampak seperti bingung atau gelisah
*** kejangmengeluh sakit kepala yang bertambah berat
*** muntah berulangkeluar darah dari telinga atau hidung
*** ubun-ubun tampak membonjol.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s